sebuah kehidupan yang penuh arti yang kita dapat dalam sebuah perjalanan yang penuh arti adalam hidup, dalam sebauah segala rintangan yang penuh arti dalam sebuah kehidupan yang kita jalanni dan dijalanni memerlukan sebuah pengorbanan didalam suka maupun duka pengorbanan yang penuh dengan semangat kita lakukan didalam hidup ini nanti akhirnya sebuah pengorbanan itu menjadi sebuah arti hidup yang sangant lah berharga dalam diri kita dalam sebuah kehidupan dalam sebuah arti hidup dalam diri kita, impian bisa kita dapat dengan kita bertekan dalam pendirian hidup kita dan dalam semangat hidup kita... semua itu harus kita landasi dengan doa, berkerja, dan selalu bersukur dengan apa yang kita dapat dalam kehidupan yang penuh arti. dalam lukisan sebuah tinta kehidupan didalam sebuah lembar kertas putih yang tergores tinta kehidupan didalamnya...
Kamis, 22 Agustus 2013
Jumat, 11 Januari 2013
tanjung puting kalimantan tengah...
Taman
Nasional Tanjung Puting
![]() |
Taman Nasional Tanjung Puting memiliki
beberapa tipe ekosistem yang terdiri dari hutan hujan tropika dataran
rendah, hutan tanah kering, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan
pantai, dan hutan sekunder.
Kawasan ini didominir oleh tumbuhan hutan dataran rendah
seperti jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), meranti
(Shorea sp.), keruing (Dipterocarpus sp.), dan rotan.
Jenis satwa langka endemik dan dilindungi yang terdapat
di hutan Taman Nasional Tanjung Puting antara lain orangutan (Pongo satyrus),
bekantan (Nasalis larvatus), lutung merah (Presbytis rubicunda rubida),
beruang (Helarctos malayanus euryspilus), kancil (Tragulus javanicus klossi),
macan dahan (Neofelis nebulosa), dan kucing hutan (Prionailurus bengalensis
borneoensis).
|
Taman Nasional Tanjung Puting merupakan lokasi pertama
di Indonesia sebagai pusat rehabilitasi orangutan. Terdapat tiga buah
lokasi untuk rehabilitasi orangutan yaitu di Tanjung Harapan, Pondok Tanggui,
dan Camp Leakey.
Orangutan Kalimantan mempunyai bulu kemerah-merahan gelap
dan tidak memiliki ekor. Sejalan dengan pertumbuhan usianya, jantan dewasa
mengembangkan pipinya hingga membentuk bantalan. Semakin tua, bantalan
pipinya semakin besar sehingga wajahnya terkesan seram.
Taman Nasional Tanjung Puting ditetapkan UNESCO sebagai
Cagar Biosfir pada tahun 1977 dan merupakan Sister Park dengan negara
Malaysia.
|
![]() |
| Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi: Tanjung Harapan. Merupakan stasiun pertama dalam proses rehabilitasi orangutan. Lokasi ini berada di hutan sekunder dan hutan rawa yang dilengkapi dengan wisma tamu, pusat informasi dan jalan trail. Pondok Tanggui. Orangutan tersebut tetap diamati secara tertutup dan dihindari kontak dengan manusia. Camp Leakey. Didirikan pada tahun 1971, berada di hutan primer dan merupakan tempat dari beberapa orangutan yang setengah liar sampai liar dan dari yang baru dilahirkan sampai usia tiga tahun (raja tua). Natai Lengkuas. Stasiun penelitian bekantan dan pengamatan satwa lainnya melalui sungai. Sungai Buluh dan Danau Burung. Pengamatan satwa burung terutama burung migran. Atraksi budaya di luar taman nasional: Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Kompetisi Tradisional Rowing pada bulan Mei di Pangkalan Bun Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d September setiap tahunnya. Cara pencapaian lokasi : Cara pencapaian lokasi: Jakarta-Semarang- Pangkalan Bun (plane) atau dengan kapal laut Semarang-Pangkalan Bun. Dengan kendaraan darat dari Pangkalan Bun ke Kumai sekitar 20 menit (8 km). Selanjutnya dari Kumai ke Tanjung Harapan menggunakan klotok selama 1,5-2 jam, atau Kumai - Natai Lengkuas selama 4 - 5 jam. Menggunakan perahu cepat dari Kumai - Tanjung Harapan selama 0,5 - 1 jam, dari Kumai - Camp Leakey selama 1,5 - 2 jam, dan dari Kumai ke Natai Lengkuas selama 1,5 - 2 jam. |
![]() |
![]() |
Langganan:
Komentar (Atom)





